Selamat jalan Papa...
We love u so much......
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Blog ini dibuat khusus untuk suami, ayah, eyang, kakak, adik, paman, teman, pemimpin, dan pembimbing kami tercinta, Alm. HERUDI KARTOWISASTRO. Di sini, siapapun dipersilakan mengungkapkan isi hati atau kenang-kenangannya akan Pak Herudi. Semoga amal dan ibadah beliau di terima Allah SWT, dan beliau kini bahagia di sisiNYA, Amien.
2 comments:
SEKRETARIS 305 HARI PAK HERUDI
Tanggal 15 Mei 2007, adalah tanggal bersejarah dimana sebuah surat tugas sampai ke tangan saya yang berisi penugasan sebagai sekretaris Direktur PP-IPTEK. Belum terlalu banyak yang saya ketahui tentang beliau walaupun saya sudah mengenal sejak tahun 1996 saat saya mulai bekerja di PP-IPTEK. Beban berat bagi saya untuk dapat membantu beliau. Tetapi hari demi hari saya jalani dengan tekad: “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin”.
Sedikit ilmu yang saya dapat selama 305 hari dari Bapak antara lain;
* Bersikap Jujur;
Saat melaksanakan tugas-tugas dari Bapak jika ada suatu kesulitan atau hambatan segera sampaikan. Jika belum dapat dilaksanakan atau tidak tahu, katakan apa adanya. Bapak dapat memaklumi kita dan akan memberikan arahannya sesuai dengan tingkat pemikiran kita.
* Problem Solving;
“Jangan menyalahkan orangnya tetapi pekerjaannya”. Kenapa belum bisa, kenapa terjadi kesalahan, dimana macetnya, apa hambatannya, apa yang harus kita lakukan sekarang, dsb...dsb.... Kata–kata itu yang disampaikan Bapak jika ada sesuatu hal yang tidak diharapkan terjadi atau tidak sesuai rencana.
* Sederhana;
Kebiasaan makan Bapak sederhana untuk seorang Direktur, (favoritnya pecel lele – pecel madiun) begitu juga dengan ruangannya, sangat sederhana, bahkan lebih terlihat seperti “Ruangan Peneliti Pesawat” ketimbang Ruang Direktur.
* Pekerjaan No 1;
Setiap pagi begitu Bapak datang, dua kata terdengar di telinga saya, asep..asep!. saya segera menjawab dan bergegas masuk ke Ruangan Bapak. “ Ya pak”. Dimulailah “Ritual Berhitung dan Mencatat”. Bapak akan membuka handphonenya dan melihat catatannya apa yang ingin dikerjakannya hari itu, atau minggu itu dan minta saya mencatat dan melaksanakannya. Tak jarang Mas Andre (salah satu putra Pak Herudi ) harus menunggu sampai selesainya “ritual” itu.
Kenang-kenangan dari Bapak.
* Sarung;
Saat bulan Ramadhan 1428 H/ 2007M, Bapak memberikan Sebuah sarung kotak-kotak warna hijau muda pada saya karena menurut Bapak, beliau jarang menggunakan sarung untuk sholat, tetapi dengan celana panjang saja katanya.Sampai saat ini sarung tersebut masih saya pakai untuk sholat.(ya Allah; jika sholatku engkau terima, semoga nilai kebaikan sholat terlimpah pula pada yang memberikan sarung ini). Saya artikan kenangan ini untuk mengingatkan saya akan kewajiban sholat.
* Jam tangan;
Sepulang dari pertemuan antara Pak Idwan (Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek – KNRT) Bapak, dan Pak Iskandar (Wakil Direktur Bidang Operasi, PP-IPTEK) bersama dengan manajemen PT. Astra Honda Motor di sunter, pulangnya Bapak mendapat kenangan berupa sebuah jam tangan berlogo honda kecil. Bapak memanggil saya dan mengatakan; “anda mau jam?”. Saya jawab “mau pak”. “ya, ini anda pakailah”. Sampai saat ini setiap saya melihat waktu, saya teringat Bapak. Saya artikan pemberian Beliau pada saya untuk selalu ingat akan waktu. Semoga waktu yang saya jalani hari ini selalu lebih baik dari hari sebelumnya.
“Saya memang bukan sekretaris Bapak yang pertama;
“Saya juga bukan sekretaris Bapak yang terlama;
Tapi.........
“Saya bersyukur pernah menjadi sekretaris Bapak
walapun hanya yang terakhir dan tersingkat, 305 hari!
Selamat jalan Pak.Kami berdo'a semoga Allah SWT menempatkan Bapak di sisi-Nya.
Semoga Alm.Bapak Herudi ditempatkan disisi Allah SWT
Bapak Herudi dalam kenangan saya:
Betul kata orang bahwa didalam hidup manusia ada 2 kekuatan, kekuatan lahir yang tampak bisa sakit, rusak atau mati dan kekuatan yang tidak tampak tidak pernah sakit, rusak apalagi mati.
Sudah banyak kesan diutarakan tentang keberhasilan, sumbangsih dan jasa almarhum kepada keluarga, lingkungan/institusi, bangsa dan agama. Dan tidak sedikit yang menyampaikan kesan dan kenangan tentang bagaimana almarhum memberikan perhatian, keprihatinan, dan simpati serta memberikan hiburan kepada staf/karyawan dan keluarganya.
Sedikit kesan yang saya tentang beliau sangat perhatian terhadap karyawan dan keluarganya. Pada kesempatan saya menghadap, beliau menanyakan keadaan anak-anak saya yang kebetulan akhir tahun ajaran.:
- Iya pak, anak saya tidak naik kelas. Beliau terhenyak dalam duduknya dan langsung tegak kembali:”jangan terlalu dipaksakan lah; keberhasilan seseorang tidak harus dari pendidikan tinggi dan formal. Jaman sekarang, jadi model yang baik saja sudah suatu keberhasilan”. Saya menyimak dan mengartikan maksud beliau.
Tahun 2006 anak yang dimaksud telah berkeluarga dan bekerja membantu suami sebagai asisten yang memperoleh penghargaan tertinggi dibidang film
- Bagaimana anak anda? “, Iya pak anak saya diterima di UGM pak;, berjalan kaki saya berdua beliau ke masjid untuk sholat Jumat. “Jurusan apa?, Filsafat pak, memang yang kecil ini kutu buku pak, dia punya jatah untuk beli buku setiap bulannya”. Baguslah bisa diterima di Universitas Negeri.
“Setelah setahun dipindahkan saja biar menuntut ilmu dunia”, di jalan pak Herudi membuka percakapan sepulang dari masjid”, Apa itu pak? Saya balik tanya” Psikologi”, kata beliau. Sampai sekarang saya tidak mengerti maksud ucapan beliau. Saat ini anak dimaksud sudah duduk semester terakhir (smt 8).
Hidup yang bergerak dan bergetar dari satu sisi kesisi lainnya, selalu membawa perubahan yang jarang sekali diperhatikan oleh manusia, hanya setelah ada perubahan nyata baru manusia itu menyadarinya. Padahal kata orang manusia wajib mengetahui karena manusia wajib membaca/mengetahui (belajar).
Jakarta, Maret 2008
Krisnabudi – PP-IPTEK
Post a Comment